Jadilah Kamu sebaik-baik manusia di sisi Allah, Jadilah kamu di sisi kamu seburuk-buruk manusia, Dan Jadilah kamu di kalangan manusia seorang pemimpin:)

Friday, December 24, 2010

Godaan syaitan!!

                                                          Assalamualaikum kawan2...
                                       
 1:bangun subuh
                                                                                                              
                                            2:anak derhaka
                                                                    
                                                                3:makan
                                                            babak 4:aurat
                                     
                        moga kita mendapat pelindungan daripadanya..

SuLtAn MuHaMmAd AlFaTeH...

                                                                   salam blogger....
                                   meyh sni sy nak kngsi cter..haha...jum kite rnungkan kisah pahlawan islam yang telah berjaye menawan kota rome......








(sultan muhammad alfateh)




                         (nila dye sultan salahuddin al ayyubi)

             tpi tu dulu......skrg ni cnela....hurmm...

                                     
         n ta lpe jgak kpde phlwn islam y lain...mcm sultan salahuddin alayyubi,khalid alwalid n etc.... ...jum kte sdekahkn alfatihah tuk mreke..alfatihah~

Antara ilmu dengan Harta...

Suatu hari Syaidina Ali a.s ditanya tentang perbezaan antara ilmu dengan harta, lalu beliau menjawab seperti berikut:-

1. Ilmu adalah warisan dari nabi-nabi sedangkan harta adalah warisan dari Firaun, Syidad dan Namrud.

2. Orang yang berilmu banyak mempunyai kawan , sedangkan orang yang berharta akan banyak musuh.

3. Ilmu kalau di berikan kepada orang lain ia akan bertambah, harta jika diberikan kepada orang lain pasti akan berkurang.

4. Orang berilmu disebut "kariim" (mulia), sedangkan orang kaya disebut "bakhil"(kedekut)

5. Harta mesti dijaga takut dicuri atau hilang, Ilmu dia akan menjaga kita.

6. Orang yang berharta akan dihisab, sedangkan orang berilmu mendapat syafaat.

7. Harta pasti akan rosak dimakan zaman, sedangkan ilmu tidak.

8. Harta akan mengeraskan hati, ilmu akan melembutkan hati.

9.Orang berharta akan mengaku sebagi tuhan, orang berilmu pasti akan mengakui dirinya hamba Allah SWT.
wallahualm...

DoA bErLiNdUnG dArI aKhLaK,aMaL dAn NaFsU yAnG jAhAt~

do’a yang ringkas namun penuh makna adalah do’a berikut ini. Do’a ini berisi permintaan agar dianugerahi akhlak yang mulia, juga agar diberikan taufik untuk dapat beramal sholih.

Hadits yang menyebutkan do’a tersebut adalah:

Dari Ziyad bin ‘Ilaqoh dari pamannya, Nabi S.A.W membaca do’a,


اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ
[Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Faedah dari hadits dan do’a di atas:

Pertama: Dalam do’a ini kita meminta perlindungan dari akhlak yang buruk. Do’a ini supaya kita meminta berlindung dari akhlak yang buruk dari sisi syari’at. Termasuk pula kita meminta perlindungan pada Allah dari sesuatu yang dikenal buruk secara batin.

Kedua: memohon berlindung dari akhlak yang mungkar seperti begitu takjub dengan diri sendiri, sombong, berbangga diri, hasad dan melampaui batas.

Ketiga: berlindung pada Allah dari amalan yang mungkar, yaitu amalan yang zahir atau batin

Keempat: Do’a berlindung dari amal yang mungkar seperti zina, minum khomr dan bentuk keharaman lainnya.

Kelima: Do’a ini juga meminta perlindungan pada keinginan atau nafsu yang mungkar.

Keenam: Do’a berlindung dari keinginan atau nafsu yang mungkar supaya dapat berlindung dari aqidah yang buruk, niat-niat yang batil(tipu), dan pemikiran yang sesat.

Ketujuh: Do’a ini mendorong kita agar berakhlak mulia .

Semoga yang singkat inimembawa manfaat kepada dirimu...^_^

KISAH NABI ISA A.S DENGAN PEMUDA YANG MEMPUNYAI IMAN SEBERAT ½ ZARAH...bagaimana kita??

Dikisahkan dalam sebuah kitab karanagn Iman al-Ghazali bahawa pada suatu hari, Nabi isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedng nenyiram air di kebun, bila pemuda yang sedang menyiram air itu memandang Nabi Isa a.s, maka dia pun berkata: ‘wahai nabi isa a.s kamu mintalah kepada Tuhanmu agar dia memberikan kepadaku seberat semut Jarrah cintaku padaNya.’
Kata Nabi isa a.s : ‘wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu,’
Kata pemuda itu lagi :’kalau begitu, jika aku tidak tedaya untuk itu, kamu mintalah untukku seberat ½ jarrah..’
Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun bedoa: ‘ya Tuhanku, kurniailah pemuda ini setengah zarah berat cintanya dia kepadaMu.’
Setelah Nabi berdoa, baginda pun berlalu dari situ.
Selang beberapa lamanya, Nabi Isa as datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa itu, tetapi Nabi tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka baginda pun bertanya kepada orang lalu lalang, dan mereka telah mengatakan bahawa lelaki it telah menjadi gila dan kini dia berada di atas gunung.
Setelah itu, Nabi isa a.s terus berdoa kepada Allah untuk ditunjukkan tentang perihal pemuda itu. Maka baginda pun dapat melihat lelaki itu sedang duduk di atas batu sambil matanya memandang ke arah langit.
Lalu baginda pun memberi salam kepadanya, tetapi pemuda itu tidak menjawabnya, lalu Nabi iasa a.s berkata: ‘aku Isa a.s.’ kemudian Allah menurunkan wahyu yangberbunyi: ‘wahai isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraanmu sedangkan di dalam hatinya terdapat cinta kepadaku seberat setenagh zarah. Demi keagungan dan keluhuranKu, jika engkau memotongnya dengan gergaji pun, dia tidak akan mengetahuinya.’
Saudara2ku.. lelaki di atas telah memperoleh setengah zarah cintanya kepada Allah.. seberat manakah pula cinta kita padaNya?? Hanya seberat zarrah pun dia sudah tidak mempedulikan keadaan sekelilingnya.. apatah lagi kita yang mungkin hanya ada ¼, 1/8, atau sebenarnya tiada langsung cinta kita pada Allah??..
Tahukah teman2ku, barangsiapa yang mengaku 3 perkara tetapi tidak menyucikan diri dari 3 perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.
1. orang yang mengaku kemanisan
berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. orang yang mengaku ikhlas di dlm beramal, tetapi dia ingin mendapat sanjungan manusia.
3. orang yang menagku cinta pada Tuhan yang menciptanya, tetapi dia tidak berani merendahkan dirinya...
Rasulullah saw bersabda: ‘akan datang kepada umatku waktu yang mereka mencintai 5 perkara dan lupa kepada 5..
1. mereka cinta dunia, tetapi mereka lupa akhirat.
2. mereka cinta harta benda, tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. mereka cinta kpada makhluk, tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4. mereka cinta kpada dosa, tetapi mereka lupa untuk bertubat.
5. mereka cinta kepada gedung membeli belah dann tempat mewah, tetapi mereka lupa kepada kubur..
adakah kita umat itu???wallahua’lam...
(himpunan kisah2 teladan)

Renungkanlah orang yang kita sayang:D

Renungkan/lihatlah betapa sayangnya kita pada mereka... ..
Pernahkah anda menatap orang-orang yang anda sayang saat mereka sedang
tidur? Kalau belum, cubalah sekali saja menatap mereka saat sedang
tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari
seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun
akan tampak polos dan jauh berbeza jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak
wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sedarilah, betapa
badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa
rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai
terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja
asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah. ... Lihatlah ibu anda... . Hmm... kulitnya mulai
keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu
kini kasar kerana menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Orang
inilah yang tiap hari menguruskan keperluan kita. Orang inilah yang
paling rajin mengingatkan dan membebeli kita semata- mata kerana rasa
kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah ertikan.
Cubalah menatap wajah orang-orang yang kita cintai..sayangi itu... Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan-lahan saat menatap wajah mereka yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk
kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang-kadang tertutupi oleh salah
faham kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi
melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang
kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya..penatnya aku
hari ini". Dan penyebab lelah dan penat itu? Untuk siapa dia berpenat
lelah Tak lain adalah KITA... ..
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang bekerja keras
mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat
yang telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan
menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan rasa
terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang
terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya ... "

sifat2 sahabat sejati...

'Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..'

ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.

Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:

"Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui, lagi maha mendalam pengetahuanNya.'

DALAM Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personality individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.

Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: " Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya" (H.R Abu Daud). Bak kata pepatah Arab, " Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita."

Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: "Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

* Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
* Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
* Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
* Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
* Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
* Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
* Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
* Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
* Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
* Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
* Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
* Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.
* Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
* Dia mendorongmu mencapai kejayaan didunia dan akhirat.

Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.

Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:

sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.


sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.


sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.


sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka pesta , suka berkeliaran dan 'melepak' pada waktu yang tidak sepatutnya...ingat tuee.


Dari Abdullah bin 'Amir r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda:
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."